![]() |
| picture by pixabay.com |
NAMA SISWA REMIDIAL AGAMA HINDU KLS 8
KELAS 8 A
- GUSTI AYU PUTU ICA ANGELINA DEWI
- I KETUT RANGGA WIRASATYA
- NI KADEK DWI NOVITA SARI
- I DEWA PUTU DYZTHA AMERTA NUGRAHA
- I GEDE AGUNG ADITYA PUTRA
- NI MADE ELSA DIVYA WAHYUNI
- I MADE ARYA KENJZI PRABUTANAYA
- NI PUTU WIDHIA PUTRI VEDANTARI
- I KADEK DWI ANDIKA PRATAMA
- I GUSTI AGUNG AYU PUTRI WIDIANTARI
- I GUSTI AGUNG AYU SINTA PURNAMA DEWI
- I GEDE EKO DARMA PUTRA
SISWA YANG REMIDI SILAHKAN KERJAKAN SOAL REMIDIAL BERIKUT INI : SOAL REMIDIAL SEJARAH AGAMA HINDU KELAS 8
MATERI SINGKAT SEJARAH HINDU DI ASIA SELATAN
Sejarah perkembangan agama Hindu di Asia Selatan (khususnya India) sangat panjang dan kaya. Untuk memudahkan kamu belajar, berikut adalah ringkasan materi yang berfokus pada fase perkembangan dan peninggalan-peninggalan penting yang masih bisa kita saksikan fungsinya atau situsnya hingga saat ini.
1. Zaman Peradaban Lembah Sungai Indus (2500–1500 SM)
Ini adalah masa sebelum bangsa Arya datang. Masyarakat hilir Sungai Indus (Mohenjo-Daro dan Harappa) sudah memiliki konsep spiritualitas awal yang nantinya melebur menjadi unsur agama Hindu.
Karakteristik: Pemujaan pada alam, Dewi Ibu (kesuburan), dan figur penjinak hewan.
Peninggalan Utama:
Arca Proto-Shiva (Pashupati Seal): Sebuah stempel batu kecil bergambar figur pria bertanduk yang duduk bersila dalam posisi yoga, dikelilingi binatang. Ini dianggap sebagai cikal bakal perwujudan Dewa Shiva sebagai Pashupati (pelindung hewan).
The Great Bath (Pemandian Besar) di Mohenjo-Daro: Kolam pemandian umum yang diduga kuat digunakan untuk ritual penyucian diri (snana), tradisi yang sampai sekarang sangat lekat dalam Hindu (seperti menyucikan diri di Sungai Gangga).
Patung Terakota Dewi Ibu (Mother Goddess): Simbol pemujaan terhadap kekuatan Ibu Bumi atau konsep Sakti.
2. Zaman Weda (1500–500 SM)
Dimulai ketika bangsa Arya masuk ke India dan bercampur dengan penduduk asli (Dravida). Di zaman inilah kitab suci Weda mulai dihimpun secara lisan.
Karakteristik: Fokus pada ritual persembahan (Yajna), pemujaan dewa-dewa alam (Agni, Indra, Varuna), dan pembagian kasta (Catur Varna).
Peninggalan Utama:
Kitab Suci Catur Weda: Peninggalan literatur paling agung (Reg Weda, Sama Weda, Yajur Weda, dan Atharwa Weda).
Konsep Altar Api (Yajna Kunda): Tradisi pembuatan struktur altar tanah/batu khusus untuk ritual api suci (Homa/Hawan) yang bentuk geometrisnya memengaruhi arsitektur pura di kemudian hari.
3. Zaman Itihasa & Purana (500 SM–500 M)
Agama Hindu bergeser dari ritual api yang rumit menuju konsep bakti (cinta kasih kepada Tuhan) dan pemujaan personifikasi Dewa (Trimurti: Brahma, Wisnu, Siwa).
Karakteristik: Munculnya cerita epik kepahlawanan dan ajaran moralitas.
Peninggalan Utama:
Kitab Ramayana dan Mahabharata: Dua epos besar yang menjadi kompas moral, seni, dan budaya umat Hindu di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Kitab Bhagawadgita: Bagian dari Mahabharata yang menjadi salah satu ringkasan filsafat Hindu paling populer tentang kewajiban (Dharma).
4. Zaman Kejayaan Dinasti (Arsitektur & Kuil Megah)
Mulai abad ke-4 Masehi (Zaman Gupta) hingga abad pertengahan, raja-raja India berlomba-lomba membangun tempat pemujaan batu yang megah sebagai peninggalan fisik terbesar Hindu.
Peninggalan Utama:
Kuil Gua Ellora & Ajanta (Maharashtra): Khususnya Kuil Kailash di Ellora. Ini adalah peninggalan arsitektur luar biasa karena seluruh kuil megah tersebut dipahat langsung dari satu bongkahan batu gunung utuh dari atas ke bawah.
Kompleks Kuil Khajuraho (Madhya Pradesh): Terkenal dengan arsitektur menara (shikhara) yang rumit dan relief dinding yang menggambarkan detail kehidupan manusia, spiritualitas, hingga seni erotis (Kamasutra) sebagai simbol keseimbangan hidup (Purushartha).
Kuil Tanjore / Brihadisvara (India Selatan): Dibangun oleh Dinasti Chola. Menjadi bukti kejayaan Hindu di Asia Selatan bagian selatan dengan arsitektur menara piramida raksasa (Vimana) yang sangat presisi.

Post a Comment
Post a Comment